Bad new live service pada game menjadi awal bencana 2022
GAME

Sistem Live Service Industri Game Menjadi Bencana

live service Industri game di dunia saat ini telah berkembang dengan berbagai layanan, dan berbagai cara yang di lakukan oleh pengembang. Produsen game yang terus berusaha untuk memonetisasi (monetization) game yang di keluarkan. Arti dari monetisasi adalah sebuah metode yang di lakukan untuk mendapatkan pendapatan atau uang dengan berbagai cara. Di mana cara tersebut sendiri tidak mementingkan atau memfokuskan kepada produk itu sendiri.

Dalam hal ini game yang mudah untuk di monetisasi, adalah cara yang dapat di lakukan oleh para pengembang atau penerbit game untuk mendapatkan keuntungan. Dengan berbagai cara sebut saja seperti dengan mengadakan season pass, dan dengan adanya micro transaksi yang sering kali berlebihan. Membuat kita merasa bahwa, membeli barang item entah itu yang besifat aksesoris atau bersifat berpengaruh dalam game. Hal ini bahkan bisa menyebabkan ketimpangan di dalam game, karena orang yang membayar lebih akan mendapatkan keuntungan dan keunggulan di dalam game. Ketimbang orang yang tidak membayar lebih, meskipun mereka mempunyai skill atau kemampuan yang lebih baik loot box dan micro transaksi.

Bad new live service pada game menjadi awal bencana 2022

Perdebatan dan Manfaat Live Service Pada Game

Sehingga menjadi banyak perdebatan tentang apa manfaat dan bagaimana semua element ini, membuat sebuah game menjadi tidak fair dan menyenangkan lagi untuk dimainkan. Bayangkan saja sebagai contoh game star wars, yang di keluarkan oleh electronic arts mengharuskan kita memainkan ribuan jam untuk membuka 1 karakter seperti death vader. Oleh karenanya jika kita tidak mau repot, maka harus mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli loot box demi kesempatan mendapatkan karakter death vader ingat ini.

Kesempatanpun belum dapat dipastikan dan ketika dimintai pertanggung jawaban pihak electronic arts. Hanya memberi alasan bahwa semuanya demi “ sense of pride and accomplishment “ atau demi rasa bangga dan kepuasan pencapaian. Nah kata – kata atau alasan seperti ini, menjadi sebuah alasan sampah yang mereka gunakan untuk membenarkan perbuatan mereka yang membuat game menjadi sebuah hiburan.

Sehingga membuat game yang tidak lagi menghibur tapi menjadi alat untuk company seperti mereka mengeruk sebanyak – banyaknya keuntungan. Demi pencapaian keuangan mereka kemudian muncul lagi dengan layanan live service. Artinya sebuah game yang memerlukan koneksi internet yang terus terhubung. Untuk bisa dimainkan, game akan secara kontstan di update.

Termasuk item – item yang di jual pada market akan terus di update dan mendorong para pemain untuk melakukan pembelian micro transaksi. Karena barang yang mereka inginkan pada market ada batas waktu untuk mendapatkannya. Alasan live service yang membuat game akan secara konstant di update membuat para produser game mengeluarkan game dengan kondisi yang menyedihkan dan sebenarnya.

Developer game terkesan tergesa gesa akibat fitur Live service

 Bad new live service pada game menjadi awal bencana 2022

Tidak layak untuk di mainkan, ntah itu karena game tersebut masih banyak bermasalah atau masih kosong dan hampanya dunia di dalam game. Alasan tersebutlah yang menjadi dasar game akan terus di perbaiki, karena live service membuat para publisher terus beralasan untuk meluncurkan game – game yang tidak layak dimainkan.

Contohnya lihat saja anthem yang juga adalah produk dari electronic arts yang menggunakan live service, pada awalnya game ini menjanjikan berbagai pertunjukan game yang menakjubkan. Jika dari sisi penulis merasa game ini bisa menawarkan kita, merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang iron man. Game tersebut mengedepankan tentang combat suits, yang membuat kita benar – benar merasakan layaknya seperti seorang iron man.

Kita bisa terbang meluncurkan misile dan tembakan, pada trailer game play ditunjukan sangat mengesankan pada awalnya. Namun ternyata ketika game diluncurkan semua tidaklah sama seperti trailer dan game play yang di tunjukan. Bahkan saat game play di luncurkan, masih belum ada desain game yang sebenarnya. Artinya belum di buat sama sekali pengembangan yang singkat menjadi alasan bagaimana justru game ini terasa begitu kosong dan hampa.

Loot senjata yang ditawarkan seperti sebuah lelucon dimana semua senjata terasa begitu serupa hanya dengan damage yang berbeda misi yang repetitive membuat bosan dan juga online hub yang mengharuskan kita memiliki beberapa anggota sebelum bisa memulai game membuat game ini begitu hampa, kemudian ada game fallout 76 sebuah game dengan franchise yang terkenal penulis sendiri menyukai beberapa seri fallout yang bertemakan tentang kehidupan setelah bencana nuklir nah game besutan dari bethesda ini menuai banyak kontrovesi dimana engine yang digunakan untuk membuat game ini adalah engine lama yang secara grafik sudah tidak mampuni lagi dengan perkembangan sekarang.

Berbagai Bug menjadi Permasalahan Utama dan Classic

Selain itu berbagai bug, error, dan gangguan koneksi menjadi masalah utama game ini yang membuat banyak fans fallout kecewa. bethesda mendapatkan banyak backlash belum lagi berbagai masalah live service seperti pembelian merchendise seperti botol nuke cola yang bermasalah dan tas yang bahannya bermasalah membuat game ini begitu buggy untuk dimainkan.

Kemudian ada game battlefield 2042 sebenarnya penulis tidak mengikuti game ini namun dari informasi yang penulis dapatkan bahwa game yang lagi – lagi adalah keluaran dari electronic arts ini mendapatkan banyak sekali backlash selain karena pengembangan game ini yang mengorbankan battlefield 5 yang berumur singkat semua yang di janjikan oleh EA tidak terbukti di game ini bugs, masalah koneksi yang parah.

kurangnya konten dalam game ini, dan hilangnya banyak elemen dalam game battlefield membuat game ini menjadi game yang tergolong singkat sebelum akhirnya ditinggalkan bayangkan saja anda bahkan tidak bisa mengecek score dari scoreboard yang biasanya adalah fitur standart dari game sejenis ini, kemudian ada game marvel’s avangers dari square enix yang juga menjadi game dengan layanan live service yang buruk

Karakter yang seperti copy dari versi original avengers yang aneh dimata, kemudian story single player yang sangat terlalu singkat dan combat dalam game yang biasa saja dibandingkan dengan janji yang di berikan, loot sistem yang tidak pantas atau cocok karena minimnya reward loot, kemudian ada in game cosmetic yang merupakan bagian dari monetisasi yang terasa hanya memberi warna berbeda saja.

Namun kita harus mengeluarkan uang, pay wall yang terlalu berlebihan untuk semua konten live service, lalu di game berikutnya ada star wars battlefront 2 yang sebelumnya sudah penulis bahas sedikit di atas mengenai loot boxnya yang keterlaluan membuat game ini banyak di boykot dan membuat EA mendapatkan backlash yang serius dan jangan lupa dengan satire sense of pride and accomplishmentnya membuat game ini sulit untuk mendapatkan tempat yang baik

Padahal secara gameplay ini cukup baik penulis sendiri adalah penggemar dari star wars battlefornt 1 yang menurut penulis adalah salah satu game star wars terbaik dan yang terbaru ada babylon’s falls dari square enix yang berumur sangat pendek bahkan sebenarnya babylon baru di rilis di tahun 2022 tepatnya hanya bermur 4 bulan juga dengan berbagai kritik yang didapatkannya bagaimana menurut pembaca apakah pembaca menyukai monetisasi dan live service?.

16 thoughts on “Sistem Live Service Industri Game Menjadi Bencana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *